08 Oktober 2015

[Testimoni Pribadi] Beberapa Hal Yang Baru Saya Temukan Setelah Ngaji Di Hizbut Tahrir

Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu ‘ala Rasulillah, sayyidina Muhammad ibni Abdillah, amma ba’du. Segala pujian hanya milik Allah, pemilik segenap alam semesta. Shalawat semoga senantiasa tercurah kepada hamba paling mulia, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, sosal al-Amin, Muhammad Rasulullah. Juga kepada para shahabatnya, keluarga dan seluruh ummatnya hingga hari pembalasan.

Pembaca budiman, pada postingan kali ini, saya mau memberikan sedikit testimoni tentang hal-hal yang saya temukan pertama kali di Hizbut Tahrir (Baca: Tentang Hizbut Tahrir). Testimoni ini terinspirasi untuk ditulis setelah membaca komentar sebuah status teman facebook. Testimoni ini saya tulis tanpa ada maksud untuk mengatakan bahwa di luar Hizbut Tahrir tidak mengajarkannya. Tidak! Hanya saja, saya pribadi baru menemukannya setelah ngaji di Hizbut Tahrir, makanya saya tulis. Mungkin saja di tempat lain hal-hal ini juga diajarkan dalam kajian-kajiannya.

Harapan saya, sebagai penulis dan syabab Hizbut Tahrir, semoga dengan tulisan ini bisa memberikan sedikit gambaran bagaimana isi kajian di Hizbut Tahrir. Sehingga pembaca yang bukan syabab Hizbut Tahrir tertarik untuk mau mengkaji islam lebih luas bersama Hizbut Tahrir. Klik saja gambar #YukNgaji disamping kanan itu atau Klik disini untuk mengisi form pendaftaran ikut kajian di Hizbut Tahri

Oke, mari kita mulai saja ya?! Berikut adalah beberapa hal yang saya dapatkan pertama kali dari Hizbut Tahrir, yaitu:

1. Konsep Akal

Kebingungan dan kerancuan antara Akal, otak, perasaan, dan hati sebelum ikut kajian Hizbut Tahrir, bisa terjawab. Apa saja komponen-komponen akal juga bisa saya temukan dalam kajian di Hizbut Tahri.

2. Konsep Qadha’ dan Qadar

Tema ini membuat saya pusing sejak Aliyah hingga kuliah. Alhamdulillah, setelah dipinjami fotocopy kita Nizdamul Islam oleh seorang teman, konsep ini tidak lagi membingungkan. Sayangnya, saya membaca fotocopy-an itu setalah saya presentasi dengan tema yang sama dalam mata kuliah Ilmu Kalam waktu itu, jadi tidak bisa berbagi kepada teman-teman dikelas seluruhnya.

3. Konsep Syakhsiyah

Masalah kepribadian juga konsep yang sangat berkesan bagi saya, dan baru saya temukan setelah ngaji di Hizbut Tahrir. Ternyata Syakhsiyah itu dibangun oleh dua perkara, aqliyah dan nafsiyah.

4. Konsep Utuh Khilafah

Saya tertarik untuk mengkaji islam bersama Hizbut Tahrir setelah saya membaca buku Fiqih Islam karya Sulaiman Rasyid –rahimahullah- di tangga masjid Abdurrahman Ismail waktu kuliah dulu. Setelah atau sebelum (saya lupa) kuliah Ushul Fiqh, buka-buka buku itu, eh… nemu bab KhilafahTercantum disana hukumnya Wajib (baca: Khilafah Yang Difardhukan), dan sayapun mencari syabab Hizbut Tahrir. Alhamdulillah, yang awalnya samar-samar, kini bayangan khilafah semakin jelas.

5. Kewajiban Belajar Bahasa Arab

Jujur saja, saya tidak tertarik untuk belajar bahasa Arab pada mulanya, Maunya hanya ingin menguasai bahasa Inggris saja. Dan Alhamdulillah, saat halaqoh dijelaskan bahwa Islam tidak bisa dipisahkan dari bahasa Arab. Setelah itu, sangat ingin untuk bisa bahasa Arab. Meski sampai saat ini belum mahir bahasa Arab (juga Bahasa Inggris), setidaknya saya tahu, saya harus terus belajar bahasar Al Qur’an, bahasa Nabi, dan Bahasanya Penghuni Surga itu. (Baca: Tips Agar Sukses Belajar Bahasa Arab)

6. Perbedaan Antara Af’al dan Asy-ya’

Dulu sering sekali membaca kaidah “al ashlu fil asy-ya’ ibaahah maa lam yarid dalilut tahrim” di beberapa tulisan. Dan “asy-ya’” disini digunakan untuk semua hal, dan Alhamdulillah di Hizbut Tahrir saya dikenalkan dengan kaidah lain yang membuat kaidah “asy-ya’” ini terbatas pada benda saja.

7. Konsep Potensi Kehidupan

Masalah ini merupakan pembahasan yang sangat bermanfaat bagi saya. Memahami konsep ini, kita bisa menempatkan diri dengan tepat dihadapan Allah SWT. Mengenal fitrah manusia serta problematikanya. Semuanya terjawab setelah mengkaji islam bersama Hizbut Tahri.

8. Konsep Nilai dan Motivasi Perbuatan

Setiap perbuatan itu ada nilai yang ingin diraih, dan kita harus menyesuaikannya. Menetapkan nilai perbuatan harus dilakukan secara tepat. Semua ini baru saya temukan setelah ikut kajian di Hizbut Tahrir. Termasuk juga mengenal motivasi dari setiap perbuatan.

9. Pembuktian Keberadaan Allah

Orang yang lahir sebagai muslim mungkin sejak kecil sudah tahu Allah itu wujud. Namun, bagaimana jika ada yang bertanya apa bukti Allah itu benar-benar wujud? bagaimana pembuktiannya? Nah, di Hizbut Tahrir saya mendapatkan rinciannya, dijelaskan dengan runut. Alhamdulillah!

10. Pembuktian Al Qur’an Sebagai Kalamullah dan Muhammad sebagai Rasul

Berdiskusi dengan sesama muslim mungkin bisa berdalil dengan Al Qur’an dan hadits nabi. Tapi jika lawan diskusi kita adalah orang diluar Islam bagaimana? Misal berdiskusi tentang keberadaan surga dan neraka, atau yang lainnya. Apakah bisa berdalil dengan Al Qur’an dan Hadits? Padahal mereka tidak percaya kepada Al Qur’an dan tidak iman terhadap kerasulan Muhammad SAW. Di Hizbut Tahrir dibahas masalah ini. Sangat mencerahkan!

12. Kejelasan Posisi Mujtahid dan Muqallid

Bingung menetapkan diri, mujtahid atau muqallid? benarkan tidak boleh menjadi muqallid? benarkah semua orang bisa berijtihad? Saya menemukan jawabannya setelah ngaji di Hizbut Tahri.

13. Konsep Akhlak

Pembaca pasti sering mendengar bahwa Islam itu terdiri dari Akidah dan Akhlak, atau Aqidah, Syariah dan Akhlak. Apakah setiap perbuatan baik dalam pandangan manusia itu adalah akhlak? Benarkah Akhlak itu bagian terpisah dari Syariah? Jawabannya, tidak! Akhlak adalah bagian dari syari’ah. Dan Akhlak bukan segala sesuatu yang dianggap baik oleh manusia.

14. Konsep Mabda’

Apa itu mabda’? Darimana munculnya? Apa saja pilar-pilarnya? Saya temukan jawabannya saat saya halaqoh di Hizbut Tahrir.

15. Tentang Hadharah dan Madaniyah

Pernah dengan ada orang yang mengharamkan speaker untuk digunakan di masjid? Atau ada orang yang membolehkan wanita menjadi Imam? Kedua contoh ini adalah dua kutub ekstrim sikap muslim terhadap barat. Yang satu menolak semua yang bukan dari Islam, yang satu lagi menerima semua hal dari barat. Dan Alhamdulillah, setelah mengkaji bab Hadharah dan Madaniyah saya jadi tahu mana yang boleh diterima dan mana yang tidak.

16. Dan lain-lain. (Sementara ini yang bisa saya ingat, nanti akan diupdate jika ada yang lain).

Itulah diantara beberapa hal yang baru saya tahu setelah saya iku ngaji bersama Hizbut Tahrir. Kebanyakan tema ini ada dalam Halaqah Umum dan Halaqoh Nizamul Islam.  Insya Allah rincaian dari semua itu akan saya tulis dalam postingan-postingan selanjutnya. So, sering-sering lah main ke blog sederhana ini. Saya sarankan juga untuk berlangganan via email agar mendapatkan postingan t erbarusaya langsung di email Anda, dengan cara memasukan alamat email ke kolom yang ada pada sidebar. [Muhammad Tohir]

Print Friendly and PDF

Ditulis Oleh : Muhammad Tohir // 08.41
Kategori:

0 komentar :

Posting Komentar

Ikhwah fillah, mohon dalam memberikan komentar menyertakan nama dan alamat blog (jika ada). Jazakumullah khairan katsir

 
Semua materi di Blog Catatan Seorang Hamba sangat dianjurkan untuk dicopy, dan disebarkan demi kemaslahatan ummat. Dan sangat disarankan untuk mencantumkan link ke Blog Catatan Seorang Hamba ini sebagai sumber. Untuk pembaca yang ingin melakukan kontak bisa menghubungi di HP: 085651103608.
Jazakumullah khairan katsir.

Followers

Komentar Terbaru

Recent Comments

Powered by Disqus