18 Desember 2014

Toleransi Kebablasan 25 Desember


Judul Asli: Toleran Yang Kebablasan

[Al-Islam edisi 735, 26 Shafar 1436 H – 19 Desember 2014 M]

Hampir setiap memasuki bulan Desember ramai seruan-seruan toleransi umat beragama, khususnya toleransi umat Islam terhadap orang Nasrani. Nuansa Natal terasa di mana-mana. Mal-mal, berbagai pusat pembelanjaan, toko-toko dan kantor-kantor ramai dihiasi aksesoris Natal seperti pohon cemara berikut lampu warna-warni yang identik dengan Natal. Para pelayan toko dan mal ramai-ramai disuruh memakai baju sinterklas atau atribut yang identik dengan semarak Natal. Tak lupa acara Perayaan Natal Bersama (PNB) digelar di berbagai kantor dan instansi. Para karyawan dan pegawai yang mayoritasnya adalah Muslim pun didorong untuk ikut berpartisipasi. Salah satu alasannya bahwa itu adalah wujud toleransi.
Toleransi Diperalat
Toleransi saat ini bisa dikatakan diperalat. Pasalnya, di balik seruan untuk berpartisipasi dalam semarak perayaan hari raya umat agama lain, khususnya perayaan Natal, sangat terasa banyak motif di belakangnya. Selain motif ekonomi untuk meraup untung, ada pula motif politik. Kaum Kristen ingin “unjuk gigi” dan mungkin dominasi mereka di negeri Muslim. Mereka mengadakan acara Natal bersama secara besar-besaran dengan mengundang penguasa dan para pejabat untuk menghadiri perayaan tersebut. Mereka tak peduli dengan agama yang dianut penguasa atau para pejabat itu.
Natal juga dijadikan momentum penting menanamkan ide sinkretisme dan pluralisme. Melalui upaya ini, akidah umat Islam secara pelan-pelan terus tergerus. Ide pluralisme ini mengajarkan bahwa semua agama sama. Ajaran ini mengajak umat Islam untuk menganggap agama lain juga benar. Khusus dalam konteks Natal, itu berarti umat Muslim didorong untuk menerima kebenaran ajaran Kristen, termasuk menerima paham trinitas dan ketuhanan Yesus. Jika ide pluralisme itu berhasil ditanamkan di tubuh umat Islam, hal-hal yang selama ini sensitif terkait masalah agama seperti pemurtadan, nikah beda agama dan sebagainya akan makin mulus berjalan. Lebih jauh, semangat umat Islam untuk memperjuangkan syariah agar dijadikan aturan untuk mengatur kehidupan masyarakat akan makin melemah.
Di dalamnya juga ada propaganda sinkretisme, yakni pencampuradukan ajaran agama-agama. Spirit sinkretisme adalah mengkompromikan hal-hal yang bertentangan. Dalam konteks Natal Bersama dan Tahun Baru, sinkretisme tampak dalam seruan berpartisipasi merayakan Natal dan tahun baru, termasuk mengucapkan selamat Natal. Padahal dalam Islam batasan iman dan kafir, juga batasan halal dan haram, sudah sangat jelas.
Toleran yang Kebablasan
Toleransi (tasamuh) artinya sikap membiarkan (menghargai), lapang dada (Kamus Al-Munawir, hlm. 702, Pustaka Progresif, cet. 14). Toleransi tidak berarti seorang harus mengorbankan kepercayaan atau prinsip yang dia anut (Ajad Sudrajat dkk, Din Al-Islam. UNY Press. 2009).
Namun, apa yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Muncullah sikap toleran yang kebablasan, khususnya pada sebagian Muslim. Sikap toleran yang kebablasan itu didorong agar dilakukan oleh seluruh Muslim negeri ini. Diserukanlah bahwa sikap bertoleransi itu harus diwujudkan dengan memberikan selamat—bahkan menghadiri—hari raya non-Muslim. Yang lebih parah, baru dianggap toleran jika Muslim melepaskan keyakinannya yang tidak sesuai dengan keyakinan orang lain. Misalnya, keyakinan bahwa wanita Muslimah haram menikah dengan pria non-Muslim. Mempertahankan keyakinan demikian dianggap tidak toleran.
Alhasil, toleransi saat ini digunakan sebagai senjata oleh kalangan liberal dan non-Muslim untuk menyasar Islam dan umatnya. Sedikit-sedikit mereka menyebut kaum Muslim tak toleran jika ada masalah yang menyangkut komunitas non Muslim—meski tak jarang sebenarnya itu menyangkut aturan negara.
Padahal banyak tokoh menyebut, tidak ada negara di dunia saat ini yang paling toleran dibandingkan Indonesia. Kaum minoritas non-Muslim di negeri ini seolah mendapat surga. Begitu tolerannya Muslim di Indonesia, orang-orang non-Muslim pun bisa menduduki jabatan politik yang penting seperti panglima TNI, menteri-menteri kunci, gubernur, bupati/walikota, dsb. Ini tidak terjadi di Amerika dan Eropa yang katanya kampiun demokrasi. Di sana posisi penting hanya untuk kalangan mayoritas—Kristen. Di Indonesia, semua agama besar ada libur nasionalnya untuk perayaan hari raya, termasuk untuk hari raya minoritas. Lalu adakah libur nasional bagi Muslim selama Idul Fitri dan Idul Adha di Barat? Tidak ada.
Pembangunan gereja di negeri ini pun marak. Malah menurut Kementerian Agama, pertumbuhan gereja setiap tahunnya mencapai 190 persen, sementara pertumbuhan masjid hanya 60 persen. Jumlah gereja sudah mencapai 135 ribu, sementara masjid dan mushala hanya 600 ribu. Padahal jumlah umat Islam mencapai 88 persen atau 210 juta orang dari 240 juta penduduk Indonesia.
Jangan Salah-Kaprah!
Islam memang mengajarkan sikap toleransi. Toleransi itu membiarkan umat lain menjalankan ritual agamanya, termasuk perayaan agamanya. Toleransi itu tidak memaksa umat lain untuk memeluk Islam.
Adapun dalam konteks muamalah, Rasul saw. berjual-beli dengan non-Muslim secara adil dan fair. Rasul juga menjenguk non-Muslim tetangga beliau yang sedang sakit. Rasul juga bersikap dan berbuat baik kepada non-Muslim. Toleransi semacam ini telah memberikan contoh bagi masyarakat lain. Bahkan toleransi Islam tetap terasa hingga masa akhir Khilafah Utsmaniyah. TW Arnold dalam bukunya, The Preaching of Islam, menyatakan:Perlakuan terhadap warga Kristen oleh pemerintahan Ottoman (Khilafah Turki Utsmani)—selama kurang lebih dua abad setelah penaklukan Yunani—telah memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak dikenal di daratan Eropa…”
Namun, toleransi dalam Islam itu bukan berarti menerima keyakinan yang bertentangan dengan Islam. Imam asy-Syaukani dalam Tafsir Fath al-Qadîr menyatakan: Abd ibn Humaid, Ibn al-Mundzir dan Ibn Mardawaih telah mengeluarkan riwayat dari Ibn ‘Abbas bahwa orang Quraisy pernah berkata kepada Rasul saw., “Andai engkau menerima tuhan-tuhan kami, niscaya kami menyembah tuhanmu.” Menjawab itu, Allah SWT menurunkan firman-Nya, yakni surat al-Kafirun, hingga ayat terakhir:
]… لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ[
… untuk kalian agama kalian dan untukku agamaku” (TQS al-Kafirun [109]: 6)
Ibn Jarir, Ibn Abi Hatim dan ath-Thabrani juga mengeluarkan riwayat dari Ibn ‘Abbas, bahwa orang Quraisy pernah menyeru Rasul saw. seraya menawarkan tahta, harta dan wanita. Tujuannya agar Rasul berhenti menyebutkan tuhan-tuhan mereka dengan keburukan. Mereka juga menawarkan diri untuk menyembah Tuhan Muhammad asal berikutnya Rasul gantian menyembah tuhan mereka. Sebagai jawabannya, Allah SWT menurunkan surat al-Kafirun itu.
Dari sini jelas, umat Islam haram terlibat dalam peribadatan pemeluk agama lain. Umat Islam juga haram merayakan hari raya agama lain, bagaimanapun bentuknya, karena hal itu termasuk bagian dari aktivitas keagamaan dan dekat dengan peribadatan.
Kalaupun memakai atribut Natal dianggap bukan bagian dari peribadatan, yang jelas atribut itu adalah identik dengan Natal. Itu identik dengan orang Nasrani. Memakai atribut Natal berarti menyerupai mereka. Padahal Rasul saw. melarang tindakan demikian.
«مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ»
Siapa saja yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka (HR Abu Dawud dan Ahmad).
Imam ash-Shan’ani menjelaskan, “Hadis ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa siapa pun yang menyerupai orang kafir, pada apa saja yang menjadi kekhususan mereka—baik pakaian, kendaraan maupun penampilan—maka dia termasuk golongan mereka.”
Berpartisipasi dalam perayaan hari raya agama lain juga jelas terlarang berdasarkan nas al-Quran. Allah SWT berfirman:
]وَالَّذِينَ لاَ يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا[
Orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu dan jika mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lewat (begitu saja) dengan menjaga kehormatan diri mereka (QS al-Furqan [25]: 72).
Az-Zûr itu meliputi semua bentuk kebatilan. Yang terbesar adalah syirik dan mengagungkan sekutu Allah. Karena itu Imam Ibn Katsir—mengutip Abu al-‘Aliyah, Thawus, Muhammad bin Sirrin, adh-Dhahhak, ar-Rabi’ bin Anas dan lainnyamenyatakan bahwa az-zûra adalah hari raya kaum musyrik. (Tafsir Ibnu Katsir, III/1346).
Menurut Imam asy-Syaukani, kata lâ yasyhadûna, dalam pandangan jumhur ulama, bermakna lâ yahdhurûna az-zûra, yakni tidak menghadirinya (Fath al-Qadîr, IV/89).
Menurut Imam al-Qurthubi, yasyhadûna az-zûra ini adalah menghadiri serta menyaksikan kebohongan dan kebatilan. Ibn ‘Abbas, menjelaskan, makna yasyhadûna az-zûra adalah menyaksikan hari raya orang-orang musyrik, termasuk dalam konteks larangan ayat ini adalah mengikuti hari raya mereka.
Kaum Muslim pun dilarang ikut menyemarakkan, meramaikan atau membantu mempublikasikan hari raya agama lain. Allah SWT berfirman:
﴿إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ ﴾
Sesungguhnya orang-orang yang suka perkara keji (maksiat) itu tersebar di tengah-tengah orang Mukmin, mereka berhak mendapatkan azab yang pedih di dunia dan akhirat (TQS an-Nur [24]: 19).
Menyebarkan perbuatan keji (fakhisyah)juga mencakup semua bentuk kemaksiatan. Menyemarakkan, meramaikan dan menyiarkan perayaan Natal sama saja ikut terlinbat dalam penyebarlusaan kekufuran dan kesyirikan yang diharamkan. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan, “Sebagaimana kaum musyrik tidak boleh menampakkan syiar-syiar mereka, tidak boleh pula kaum Muslim menyetujui dan membantu mereka melakukan syiar itu serta hadir bersama mereka. Demikian menurut kesepakatan ahli ilmu.” (Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, Ahkâm Ahl al-Dzimmah, I/235).
Wahai Kaum Muslim:
Tak layak umat Islam terjebak dalam perangkap seruan toleransi yang diperalat sehingga justru terlibat dalam hal-hal yang tidak dibenarkan oleh Islam. Semestinya umat Islam fokus pada agenda utama mereka untuk mewujudkan kehidupan islami melalui penerapan syariah Islam secara total di bawah naungan sistem Khilafah Rasyidah ‘ala minhaj an-Nubuwwah.
WalLâh a’lam bi ash-shawâb. []

Komentar al-Islam:
Harga minyak jenis Brent turun di bawah US$ 60 perbarel untuk pertama kalinya sejak Juli 2009. Harga minyak Brent turun lebih dari US$ 1 menjadi US$ 59,75 perbarel. (DetikFinance, 16/12).
  1. Harga minyak diprediksi akan tetap rendah hingga tahun depan. Meski harga minyak terus rendah, rezim Jokowi-JK ngotot menaikkan harga BBM. Sungguh terlalu!
  2. Kenaikan harga BBM katanya juga agar rupiah menguat. Nyatanya, meski harga BBM sudah diturunkan, rupiah minggu ini makin jeblok. Akibatnya, BI dalam dua hari terakhir (16/12) menggelontorkan dana Rp 1,7 triliun. Yang menikmati tentu adalah para pemilik dolar, yang kebanyakan adalah orang kaya, bahkan para kapitalis.
Sumber: Hizbut Tahrir Indonesia

14 Desember 2014

Pak Ebo, Sebuah Kisah Nyata Penuh Hikmah

Kyai Kamil Abdullah -hafidzhahullah-
Ini adalah sebuah kisah nyata yang dituturkan langsung oleh Kyai Kamil Abdullah -hafidzhahullah- di laman facebook beliau yang saya tulis sebagai sumber di ujung cerita. Dalam kisah ini diceritakan tentang aktivitas dakwah yang terjadi di wilayah beliau, serta seseorang bernama Pak Ebo (bukan nama sebenarnya) yang pintar mengambil hati. Tutur katanya manis, murah senyum, pembawaannya santun, dan kepada orang lain tampak bersikap sangat menghargai. Namun di balik itu ternyata, ada maksud lain yang terungkap di akhir cerita. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca saja kisahnya. Insya Allah, banyak sekali hikmah yang bisa kita ambil! Semoga bermanfaat. [Muhammad Tohir]

.oO AWAL KISAH Oo.
Pak Ebo adalah orang 'dekat' Kyai Muri. Hampir tiap kali Kyai Muri ada keperluan pergi, Pak Ebo-lah yang selalu mendampingi. Pak Ebo memang pintar mengambil hati. Tutur katanya manis, murah senyum, pembawaannya santun, dan kepada orang lain tampak bersikap sangat menghargai. Sedangkan Kyai Muri, disamping seorang muballigh dan Ulama, beliau juga 'mantan' politisi. Di era Soeharto beliau pernah menjadi anggota Parlemen secara berturut-turut 2 kali. Dan tentu saja dalam rentang waktu satu dasawarsa banyak 'pengalaman dan sepak terjang politik pragmatis' telah beliau jalani.

Alhamdulillah, setelah memahami problematika umat dan solusinya dalam perspektif Islam, Kyai Muri memiliki kesadaran baru, semangat baru dan komitmen baru.

"Ustadz, mohon bimbingannya. In syaa Allah saya sudah bertekad untuk menghabiskan sisa umur saya sebagai seorang pengemban da'wah. Semoga ini menjadi jalan 'pertaubatan' saya kepada Allah dari segala dosa." kata Kyai Muri saat berkunjung ke 'gubuk' saya bersama Pak Ebo.

"Aamiin. Jadi Kyai sudah siap menjadi KADER da'wah?"

"In syaa Allah siap, Ustadz!". Jawab beliau mantap.

"Kalau begitu, mari kita samakan dulu persepsi kita. PERTAMA, yang namanya KADER –apalagi kader da'wah– syaratnya harus 'MILITAN'."

"MILITAN itu apa Ustadz?" Kyai Muri minta penjelasan.

"MILITAN itu me(MILI)ki kekuatan dan keterika(TAN). Maksudnya: kekuatan AQIDAH dan keterikatan pada SYARI'AH."

Kyai Muri mengangguk-angguk tanda setuju. Saya melanjutkan:

"KEDUA, agar terbentuk 'KEKUATAN' dan 'KETERIKATAN' tersebut, maka harus ada PEMBINAAN INTENSIF, rutin seminggu sekali. Bagaimana, Kyai bersedia?"

"Bersedia, Ustadz!"

"Alhamdulillah. KETIGA, ILMU harus disertai AMAL. Tidak cukup hanya mengikuti PEMBINAAN, tapi harus ditindaklanjuti dengan terjun ke masyarakat, menunaikan AMANAH DA'WAH yang dibebankan. Apakah Kyai merasa keberatan?"

"Tidak Ustadz! In syaa Allah saya sudah bertekad bulat."

"Alhamdulillah." 

Saya raih tangan kanan Kyai Muri dan saya jabat erat dengan kedua tangan saya sambil berdoa, "Semoga Allah menuntun kita melalui hidayah-Nya. Dan meneguhkan langkah kita dengan kesabaran dan keistiqamahan di jalan-Nya."

"Aamiin!" kami berdua sama-sama mengamini.

"Oya, Pak Ebo…", saya sapa Pak Ebo yang sejak tadi hanya berdiam diri.

 "Ya, Ustadz…?"

"Pak Ebo sendiri bagaimana komitmennya?"

"Saya ikut apa kata Kyai Muri saja, Ustadz!"

"O, baik… Jadi untuk Pembinaan Intensif Angkatan ke 2, hari Sabtu lusa di Desa Bambusari, Pak Ebo bisa ikut?"

"Bisa, Ustadz"

*** *** ***
Sabtu siang saya kontak Kyai Muri untuk memastikan acara Pembinaan Intensif Angkatan ke 2 nanti malam bisa berjalan lancar. "Kyai, nanti malam acara kita jadi?"

"In syaa Allah jadi, Ustadz! Tempat sudah siap."

"Total peserta berapa jumlahnya?"

"10 orang dengan Pak Ebo, Ustadz!"

"Semua peserta sudah dikonfirmasi?"

"Sudah Ustadz, semua bersedia hadir"

"Termasuk Pak Ebo?"

"Ya, Ustadz!"

Malamnya acara berlangsung lancar dan terbilang sukses. Dari 10 peserta, hanya 1 orang yang tidak hadir. Pak Ebo. Tanpa keterangan yang jelas. Esoknya ada kabar, bahwa Pak Ebo berhalangan hadir tadi malam, karena mendadak harus menolong seseorang yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

Hari-hari berikutnya, Pak Ebo masih tetap setia mengantarkan Kyai Muri ke mana-mana dan sering pula menemui saya.

*** *** ***
Kegiatan da'wah di Kecamatan Mercusari terus bergulir. Minggu ini akan diselenggarakan Pembinaan Intensif Angkatan ke 3 di Desa Suci. Desanya Pak Ebo. Seperti minggu lalu, Pak Ebo juga menyatakan siap hadir. Dan ternyata hal serupa terulang. Hanya satu orang yang tidak kelihatan batang hidungnya. Pak Ebo. Izin? Tidak!

Lagi-lagi, esoknya tersiar kabar, Pak Ebo tadi malam tidak bisa hadir karena harus mengantarkan keponakannya yang perempuan ke rumah familinya untuk urusan keluarga yang sangat penting.

*** *** ***
Da'wah terus berjalan. Soal 2 kali ketidakhadiran Pak Ebo hanya ibarat 'kerikil kecil' yang hancur tergilas oleh putaran roda-roda besar da'wah. Bahkan kami semua terlupa. Acara Pembinaan Intensif berikutnya Angkatan ke 4 di Desa Kawung berlangsung, tanpa ada kontak samasekali dengan Pak Ebo. Ia seperti menghilang begitu saja. Dan 'anehnya', kami semua tak ada satupun yang merasa kehilangan dia. 

Agenda minggu ini Pembinaan Intensif Angkatan ke 5 di desa Kebunsari. Sejauh ini, dari 7 desa di Kecamatan Mercusari, alhamdulillah, sudah 5 desa yang melaksanakan Pembinaan Intensif: Desa Kawang, Desa Bambusari, Desa Suci, Desa Kawung dan Desa Kebunsari. Akan halnya Pak Ebo, atas kehendak Allah, tersingkaplah satu per satu 'modus' dan 'aib' yang sekian lama ia tutupi:
  1. Kesetiaannya mendampingi Kyai Muri ternyata hanyalah 'modus' Pak Ebo agar 'aman' dari 'kecurigaan' sang istri.
  2. Alasan 'membantu' orang yang 'kesulitan ekonomi' merupakan 'modus' Pak Ebo untuk meraup keuntungan materi dengan menjadi makelar dalam 'mencarikan dan mencairkan' hutang 'ribawi'.
  3. Alasan 'mengantarkan' keponakan perempuannya menemui famili adalah 'modus' Pak Ebo untuk bisa pergi 'indehoy' bersama wanita selingkuhannya yang ia rahasiakan selama ini!
Astaghfirullaahal'azhiim… Na'uudzu billaahi min dzaalik!

Untuk acara Pembinaan Intensif Angkatan ke 5 ini, Pak Ebo 'dipastikan' tidak hadir lagi. Dia benar-benar tidak bisa menghadiri. Dan mustahil datang walau dipaksa setengah mati. Karena dia… memang… sudah 'keburu'… MATI! [k@]
----------------- 
.oO AKHIR KISAH Oo.

13 Desember 2014

100 shortcut Di Windows Yang Perlu Anda Ketahui dan Bagikan!

Berikut adalah 100 shortcut yang bisa kita gunakan ketika mengoprasikan komputer. Ternyata sangat sedikit yg kita gunakan. Tulisan ini copas dari facebook. Judul asli: "More than 100 Keyboard Shortcuts must read & Share". Sumber di akhir tulisan.

Keyboard Shortcuts (Microsoft Windows)
1. CTRL+C (Copy)
2. CTRL+X (Cut)
3. CTRL+V (Paste)
4. CTRL+Z (Undo)
5. DELETE (Delete)
6. SHIFT+DELETE (Delete the selected item permanently without placing the item in the Recycle Bin)
7. CTRL while dragging an item (Copy the selected item)
8. CTRL+SHIFT while dragging an item (Create a shortcut to the selected item)
9. F2 key (Rename the selected item)
10. CTRL+RIGHT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next word)
11. CTRL+LEFT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous word)
12. CTRL+DOWN ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next paragraph)
13. CTRL+UP ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous paragraph)
14. CTRL+SHIFT with any of the arrow keys (Highlight a block of text)
SHIFT with any of the arrow keys (Select more than one item in a window or on the desktop, or select text in a document)
15. CTRL+A (Select all)
16. F3 key (Search for a file or a folder)
17. ALT+ENTER (View the properties for the selected item)
18. ALT+F4 (Close the active item, or quit the active program)
19. ALT+ENTER (Display the properties of the selected object)
20. ALT+SPACEBAR (Open the shortcut menu for the active window)
21. CTRL+F4 (Close the active document in programs that enable you to have multiple documents opensimultaneously)
22. ALT+TAB (Switch between the open items)
23. ALT+ESC (Cycle through items in the order that they had been opened)
24. F6 key (Cycle through the screen elements in a window or on the desktop)
25. F4 key (Display the Address bar list in My Computer or Windows Explorer)
26. SHIFT+F10 (Display the shortcut menu for the selected item)
27. ALT+SPACEBAR (Display the System menu for the active window)
28. CTRL+ESC (Display the Start menu)
29. ALT+Underlined letter in a menu name (Display the corresponding menu) Underlined letter in a command name on an open menu (Perform the corresponding command)
30. F10 key (Activate the menu bar in the active program)
31. RIGHT ARROW (Open the next menu to the right, or open a submenu)
32. LEFT ARROW (Open the next menu to the left, or close a submenu)
33. F5 key (Update the active window)
34. BACKSPACE (View the folder onelevel up in My Computer or Windows Explorer)
35. ESC (Cancel the current task)
36. SHIFT when you insert a CD-ROMinto the CD-ROM drive (Prevent the CD-ROM from automatically playing)
Dialog Box - Keyboard Shortcuts
1. CTRL+TAB (Move forward through the tabs)
2. CTRL+SHIFT+TAB (Move backward through the tabs)
3. TAB (Move forward through the options)
4. SHIFT+TAB (Move backward through the options)
5. ALT+Underlined letter (Perform the corresponding command or select the corresponding option)
6. ENTER (Perform the command for the active option or button)
7. SPACEBAR (Select or clear the check box if the active option is a check box)
8. Arrow keys (Select a button if the active option is a group of option buttons)
9. F1 key (Display Help)
10. F4 key (Display the items in the active list)
11. BACKSPACE (Open a folder one level up if a folder is selected in the Save As or Open dialog box)

Microsoft Natural Keyboard Shortcuts
1. Windows Logo (Display or hide the Start menu)
2. Windows Logo+BREAK (Display the System Properties dialog box)
3. Windows Logo+D (Display the desktop)
4. Windows Logo+M (Minimize all of the windows)
5. Windows Logo+SHIFT+M (Restorethe minimized windows)
6. Windows Logo+E (Open My Computer)
7. Windows Logo+F (Search for a file or a folder)
8. CTRL+Windows Logo+F (Search for computers)
9. Windows Logo+F1 (Display Windows Help)
10. Windows Logo+ L (Lock the keyboard)
11. Windows Logo+R (Open the Run dialog box)
12. Windows Logo+U (Open Utility Manager)
13. Accessibility Keyboard Shortcuts
14. Right SHIFT for eight seconds (Switch FilterKeys either on or off)
15. Left ALT+left SHIFT+PRINT SCREEN (Switch High Contrast either on or off)

15. Left ALT+left SHIFT+PRINT SCREEN (Switch High Contrast either on or off)
16. Left ALT+left SHIFT+NUM LOCK (Switch the MouseKeys either on or off)
17. SHIFT five times (Switch the StickyKeys either on or off)
18. NUM LOCK for five seconds (Switch the ToggleKeys either on or off)
19. Windows Logo +U (Open Utility Manager)
20. Windows Explorer Keyboard Shortcuts
21. END (Display the bottom of the active window)
22. HOME (Display the top of the active window)
23. NUM LOCK+Asterisk sign (*) (Display all of the subfolders that are under the selected folder)
24. NUM LOCK+Plus sign (+) (Display the contents of the selected folder)

MMC Console keyboard shortcuts

1. SHIFT+F10 (Display the Action shortcut menu for the selected item)
2. F1 key (Open the Help topic, if any, for the selected item)
3. F5 key (Update the content of all console windows)
4. CTRL+F10 (Maximize the active console window)
5. CTRL+F5 (Restore the active console window)
6. ALT+ENTER (Display the Properties dialog box, if any, for theselected item)
7. F2 key (Rename the selected item)
8. CTRL+F4 (Close the active console window. When a console has only one console window, this shortcut closes the console)

Remote Desktop Connection Navigation
1. CTRL+ALT+END (Open the Microsoft Windows NT Security dialog box)
2. ALT+PAGE UP (Switch between programs from left to right)
3. ALT+PAGE DOWN (Switch between programs from right to left)
4. ALT+INSERT (Cycle through the programs in most recently used order)
5. ALT+HOME (Display the Start menu)
6. CTRL+ALT+BREAK (Switch the client computer between a window and a full screen)
7. ALT+DELETE (Display the Windows menu)
8. CTRL+ALT+Minus sign (-) (Place a snapshot of the active window in the client on the Terminal server clipboard and provide the same functionality as pressing PRINT SCREEN on a local computer.)
9. CTRL+ALT+Plus sign (+) (Place asnapshot of the entire client window area on the Terminal server clipboardand provide the same functionality aspressing ALT+PRINT SCREEN on a local computer.)

Microsoft Internet Explorer Keyboard Shortcuts
1. CTRL+B (Open the Organize Favorites dialog box)
2. CTRL+E (Open the Search bar)
3. CTRL+F (Start the Find utility)
4. CTRL+H (Open the History bar)
5. CTRL+I (Open the Favorites bar)
6. CTRL+L (Open the Open dialog box)
7. CTRL+N (Start another instance of the browser with the same Web address)
8. CTRL+O (Open the Open dialog box,the same as CTRL+L)
9. CTRL+P (Open the Print dialog box)
10. CTRL+R (Update the current Web page)
11. CTRL+W (Close the current window)
Please Share.

Sumber

08 Desember 2014

[Audio dan Ebook] Download MP3 Kajian Fiqih Syafi'i Matan Abi Syuja' - Al-Ghayah wa al-Taqrib + PDF

Belajar ilmu fiqih adalah hal yang sangat penting bagi umat Islam. Dengan mempelajari ilmu fiqih, seorang muslim dapat tahu dan mengerti hukum-hukum Allah SWT sehingga dapat menjalankan ajaran agamanya dengan benar.

Kitab Al-Ghayah wa al-Taqrib Matan Abi Syuja’ karya Syihabuddin Abu Syuja’ Ahmad bin al-Husain bin Ahmad al-Ashfihani رحمه الله merupakan salah satu kitab fiqih yang sudah lama ada di Indonesia. Kitab karya seorang ulama besar al-Qadli Abu Syuja’ (w 593 H) ini sudah ratusan tahun menjadi kitab rujukan khususnya fiqih madzhab Imam Syafi’i. Kitab ini juga banyak diajarkan di berbagai pondok-pondok pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan Islam di Indonesia.

DOWNLOAD KITAB AL-GHAYAH WAL AT-TAQRIB MATAN ABI SYUJA’ (PDF)

Bagi yang ingin memahami kitab ini, silahkan download link kajiannya bersama al-Ustadz Dr. K.H. Mohamad Najib Amin dibawah ini:

Nama File/BAB Link MP3
01. Mukadimah 8.2 MB 
02. Jenis-Jenis Air 7.6 MB 
03. Air Mustakmal 8.3 MB 
04. Cara Menyamak Kulit 7.6 MB 
05. Siwak 7.1 MB 
06. Fardhu Wudhu 7.1 MB 
07. Sunnah Wudhu 8.6 MB 
08. Istinja 8.2 MB 
09. Adab Istinja 6.9 MB 
10. Hal-Hal Yang Membatalkan Wudhu 7.7 MB 
11. Hal-Hal Yang Mewajibkan Mandi 7.1 MB 
12. Rukun, Sunnah, dan Cara Mandi 7.0 MB 
13. Macam-Macam Mandi Sunnah 7.1 MB 
14. Mengusap Khuffain 7.0 MB 
15. Tayamum 8.5 MB 
16. Rukun Tayamum 8.0 MB 
17. Orang Yang Mempunyai Luka/Perban/Jabirah 5.5 MB 
18. Masalah Najis (Bagian 1) 8.2 MB 
19. Masalah Najis (Bagian 2) 7.7 MB 
20. Masalah Najis (Bagian 3) 5.9 MB 
21-haidh-nifas-dan-istihadhah-kajian-fiqih-kitab-taqrib-abi-syuja.mp3 8.8 MB 
22-waktu-nifas-kajian-fiqih-kitab-taqrib-abi-syuja.mp3 7.3 MB 
23. Hal Yang Haram Bagi Orang Haid dan Nifas 9.2 MB 
24. Hal-Hal Yang Diharamkan Bagi Orang Junub dan Orang Berhadats 8.2 MB 
25. Masalah Shalat (Bagian 1) 7.9 MB 
26. Masalah Shalat (Bagian 2) 8.1 MB 
27. Shalat Rawatib 9.2 MB 
28. Shalat Sunnah 8.6 MB 
29. Syarat Sah Shalat 8.6 MB 
30. Rukun Shalat (Bagian 1) 8.0 MB 
31. Rukun Shalat (Bagian 2) 8.4 MB 
32. Rukun Shalat (Bagian 3) 9.0 MB 
33. Sunnah Sebelum Shalat (Adzan dan Iqamah) 8.8 MB 
34. Sunnah Shalat (Sunnah Ab’ad) 7.0 MB 
35. Sunnah Shalat (Sunnah Haiat) 8.1 MB 
36. Sunnah Shalat dan Makruhat Shalat 8.1 MB 
37. Perbedaan Shalat Laki-Laki dan Perempuan, dan Hal Yang Membatalkan Shalat 7.8 MB 
38. Hal Yang Membatalkan Shalat (Lanjutan) 7.7 MB 
39. Sujud Sahwi 7.7 MB 
40. Waktu Yang Dimakruhkan Untuk Shalat 6.8 MB 
41. Shalat Jama’ah 8.8 MB 
42. Shalat Jamak dan Qashar 8.4 MB 
43. Shalat Jum’at 9.9 MB 
44. Syarat Shalat Jum’at 2.7 MB 
45. Hal-Hal Yang Disunahkan Pada Hari Jum’at 8.0 MB 
46. Shalat Ied 8.9 MB 
47. Shalat Gerhana (Matahari dan Bulan) 6.9 MB 
48. Shalat Istisqo 7.1 MB 
49. Shalat Khauf (Dalam Keadaan Ketakutan/Peperangan) 7.7 MB 
50. Pakaian Yang Diperbolehkan 7.8 MB 
51. Tatacara Merawat Jenazah 7.8 MB 
52. Cara Mengkafani dan Menyolatkan Jenazah 6.5 MB 
53. Cara Menguburkan Jenazah 9.3 MB 
54. Masalah Zakat (Bagian 1) 7.8 MB 
55. Masalah Zakat (Bagian 2) 7.1 MB 
56. Zakat Hewan Ternak 8.1 MB 
57. Zakat Emas dan Perak 7.0 MB 
58. Zakat Tanaman Pokok dan Buah-Buahan 7.1 MB 
59. Zakat Perdagangan dan Tambang Harta Karun 7.4 MB 
60. Zakat Fitrah 5.1 MB 
61. Orang-Orang Yang Berhak Menerima Zakat 6.4 MB 
62. Syarat-Syarat Orang Yang Berhak Menerima Zakat 7.6 MB 
63. Masalah Puasa 6.7 MB 
64. Rukun/ Fardhu Puasa 7.3 MB 
65. Hal-Hal Yang Disunahkan Dalam Berpuasa 7.0 MB 
66. Puuasa Haram, Puasa Makruh, dan Puasa Sunnah 7.3 MB 
67. Kafarat Jimak dan Orang Yang Dimakzurkan Tidak Berpuasa 7.8 MB 
68. Puasa Sunnah (Ulangan Ringkasan) dan Itikaf 8.3 MB 
Download Semua Kajian Fiqih Ahlussunnah 520.2 MB  

Untuk update terbaru kajian fiqih ahlussunnah Kitab Al-Ghayah wa al-Taqrib Matan Abi Syuja’ bersama al-Ustadz Dr. K.H. Mohamad Najib Amin silahkan kunjungi halaman Archive Kajian Fiqih Kitab Al-Ghayah wa al-Taqrib Matan Abi Syuja’ atau halaman Index MP3 Kajian Fiqih Kitab Al-Ghayah wa al-Taqrib Matan Abi Syuja’. Semoga bermanfaat.

Sumber: elhooda

02 Desember 2014

[Audio - Video] Ketika Dua Tokoh Muda dari Dua Harokah Berbeda Di Satu Acara


Apa jadinya jika Ustadz top aktivis Hizbut Tahrir Indonesia berceramah dalam satu forum bersama Ustadz top aktivis Tarbiyah? Tentu sangat seru dan menarik. Itulah yang terjadi dalam Tabligh Akbar bertema “Menemukan Islam, Menebarkan Dakwah” di Masjid Jogokariyan, Yogyakarta.

Menjadi pembicara pertama adalah Ustadz. Felix Y. Siauw, yang selalu tampil dengan untaian kata-kata menginspirasi keimanan, -bahkan acaranya di TVRI bernama Inspirasi Iman-, dengan penampilannya yang khas, baju batik dan rambut agar plontos. Beliau lah tokoh muda dari HTI yang di maksud. Seorang muallaf yang telah menelurkan 9 karya tulis hebat hingga beberapa kali cetak, dengan master piece-nya, Muhammad Al Fatih 1453. Dalam kesempatan tersebut, pemilik situs http://felixsiauw.com ini mengisahkan perjalanannya dalam mencari iman, serta beberapa alasan mengapa beliau menuliskan beberapa bukunya. 

Adapun pembicara kedua adalah Ustadz Salim A fillah, sebagai tuan rumah, yang dalam kesempatan tersebut, menerangkan tentang pentingnya dakwah serta wajibnya para generasi muslimin saat ini andil dalam gerakan dakwah. Beliaulah tokoh muda aktivis Tarbiyah, yang juga menulis banyak buku Best Seller. Salah satu bukunya yang dimiliki admin adalah Jalan Cinta Para Pejuang, dengan bonus lagu nasyid dari Fathul Jihad yang sudah 3 tahun lalu dishare di blog ini. Yang mau download lagu-lagunya silahkan ke link ini.

Biar lebih jelas, yuk simak rekaman Tabligh Akbar bertema “Menemukan Islam, Menebarkan Dakwah” pada Ahad, 30 November 2014 yang dihadiri ribuan jemaah tersebut. [Muhammad Tohir]

Link:
Audio: DOWNLOAD (MP3, 32MB)
atau tonton rekaman videonya di bawah ini (via youtube):

Sumber rekaman: Ceramah Ideologis

28 November 2014

Seputar Empat Puluh Hadits


Ketika kita mendengar kata hadits Arbai’in, maka bayangan kita adalah kumpulan hadits karya Imam An Nawawi Asy Syafi’i –rahimahullah-. Bahkan mungkin hanya itu saja yang kita tahu, padahal ternyata pengumpulan dan penulis 40 Hadis sudah dilakukan ulama sejak abad ke 3 Hijriyah, ratusan bahkan mungkin hampir seribu ulama sejak dahulu sampai sekarang sudah melakukannya. Karena begitu banyaknya, maka tidak dapat dipastikan siapakah yang pertama-tama melakukan hal ini, namun jika dianggap benar, maka beberapa nama di bawah ini merupakan orang-orang yang pertama-tama mengumpulkan hadis dengan metode ini. 

Mereka itu sebagaimana disebutkan oleh al-Nawawi dalam muqaddimah nya ialah: 

1. Abdullah ibn Mubarak (w. 180) 
2. Ibn Aslam al-Tsausi
3. Hasan ibn Sufyan al-Nasawi (w. 303 H)
4. Abu Bakar Muhammad ibn Husayn al-Ajiri (w. 360 H)
5. Abu Bakar Muhammad ibn Ibrahim al-Asfahani
6. Al-Daraqutni (w. 363 H)

Setelah beliau-beliau, langkah mereka diikuti oleh ratusan ulama dengan menuliskan Arbain-arbain lainnya, sesuai nawaitu, harapan dan keinginan.

Selain ulama-ulama dari negeri Arab, ulama Indonesia pun tak mau kalah ikut menulis kitab al Arba’in, mereka antara lain:

1. Syeikh Nawawi Banten
2. Syeikh Mahfus Termas
3. Syeikh Yasin Padang
4. Syeikh Hasyim Asy’ari.

Metode Penulisan

Di dalam penulisan 40 hadits ini, tidak ada keseragaman di dalamnya, bahkan cenderung berbeda, tergantung pada niat dan tujuan. Sehingga isi kandungan hadis yang dipilih juga berbeda. Dengan melihat beberapa judul Arba’in yang berbeda, maka tentu saja hadis-hadis yang dipilihnya pun akan berbeda pula.

Beberapa judul Arba’in yang ada, antara lain:

1. Kitaab al-Arba’iin ‘alaa mazhab al-mutahaqqiin minas suufiyyah: Al-Asbahani, Abu Nu’aim Ahmad ibn Abdillah (w. 430 H)
2. Kitaab al-Arba’iin fi fadhl al-Du’aa’ wad daa’iin : Karya al-Maqdisi, Abi Hasan Ali ibn Fadhl (w. 611 H)
3. Al-Arba’uun Hadistan fi qowaa’id mi al ahkam al-syar’iyyah wa fadaa’il al-a’maal waz zuhd : Karya al-Suyuti (w. 911 H)
4. Arba’un Hadistan fi madh al-sunnah wa zamm al-bid’ah: Karya Yusuf ibn Isma’il al-Nabhani (w. 1350 H)
5. al-Ahadisal-Arba’in fi Fadha’il Sayyidil Mursaliin saw : Karya Yusuf ibn Isma’il al-Nabhani (w. 1350 H)
6. Arba’un Hadistan fi fadhoo’ili Ahl Bait: Karya Yusuf ibn Isma’il al-Nabhani (w. 1350)
7. Arba’un Hadistan fadhoo’ili Abi Bakar: Karya Yusuf ibn Isma’il al-Nabhani (w. 1350).
8. Arba’un Hadistan fadhoo’ili Umur: Karya Yusuf ibn Isma’il al-Nabhani (w. 1350).
9. al-Ahadisal-Arba’in fi wujub ta’at Amir al-Mu’minin: Karya Yusuf ibn Isma’il al-Nabhani (w. 1350).
10. al-Ahadisal-Arba’in min amtsal afsah al-‘alamin saw.: Karya Yusuf ibn Isma’il al-Nabhani (w. 1350).
11. al-Ahadisal-Arba’in min amtsal afsah al-‘alamin saw.: Karya Yusuf ibn Isma’il al-Nabhani (w. 1350).

Dari judul-judul kitab di atas sudah nampak bahwa masing-masing kitab Arba’in bertujuan beda, karenanya hadis-hadis yang dimuat juga dengan tema berbeda seperti berikut:
 Kitab Pertama: Hadis-hadis tentang Sufi.
Kitab kedua: Hadis-hadis tentang doa dan orang yang berdoa.
Kitab ketiga: Hadis-hadis tentang zuhud.
Kitab keempat: Hadis-hadis tentang sunnah dan bid’ah.
Kitab kelima: Hadis-hadis tentang keutamaan Nabi Muhammad saw.
Demikian seterusnya.

Jumlah Hadits

Meski judulnya Arba’in yang berarti empat puluh, namun ternyata tidak semua kitab-kitab tersebut berisi 40 Hadis. Sebagai contoh, Arba’in al-Nawawi yang merupakan kitab Arba’in yang paling populer dan paling banyak beredar di masyarakat muslim internasional, berisikan 42 Hadis, bukan 40 hadis. Kitab al-Arba’in ‘ala mazhab al-mutahaqqin minas sufiyyah karya Abu Nu’aim Al-Asbahani (w. 430 H) memuat 60 hadis. Wal hasil, jumlah hadis yang ada dalam kitab al-Arba’in adalah di seputaran angka 40, baik pas 40, atau lebih sedikit atau kurang sedikit.

Keutamaan Menghafal Arbain

Penulisan hadits empat puluh ini bukan tanda motivasi, beberapa hadis diriwayatkan oleh ulama mengisyaratkan keutamaan menghafal 40 Hadis, riwayat-riwayat tersebut ada yang berkatagori hadis da’if, ada juga yang hasan. Beberapa diantaranya dinukil oleh Imam al-Nawawi dalam muqaddimah al-Arba’in-nya dengan menegaskan bahwa riwayatnya diriwayatkan dari beberapa orang sahabat: Ali, Ibn Mas’ud, Mu’az, Abu Zarr, Ibn Umar, Ibn Abbas, Anas, Abu Hurairah dan Abu Sa’id al-Khudri.

Riwayat yang disebutkan Imam al-Nawawi adalah:
“Barangsiapa hafal 40 hadis dari perkara agamanya, maka Allah akan bangkitkan ia pada hari kiamat dalam kelompok fuqoha (ahli fiqh) dan ulama.”

Dalam riwayat lain: “Allah bangkitkan dia sebagai seorang pakar fiqh dan seorang ulama. Dalam riwayat Abu al-Darda’: Nanti pada hari kiamat Aku (Muhammad) akan memberinya syafa’atdan kesaksian.”

Dalam riwayat Ibn Mas’ud: “Dikatakan kepada mereka: Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang kamu suka.”

Dalam riwayat Ibn Umar: “Dicatat dalam kelompok ulama, dan dikumpulkan (di Mahsyar)dalam kelompok syuhada.”

Hanya saja ada catatan dari al-Nawawi terhadap riwayat-riwayat ini, beliau menyatakan bahwa kesemua riwayat di atas adalah hadits lemah/da’if. Akan tetapi meskipun semuanya merupakan hadis da’if, tetap boleh digunakan dalam fada’il a’mal/keutamaan amalan.[1] Wallahu ta’alaa’lam. [Muhammad Tohir]

Disarikan dari “40 HADIS Mudah Dihafal Sanad & Matan” karya Ustadz DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA






[1] Sebagian riwayat di atas diriwayatkan oleh al-Khatib al-Bagdadi dalam kitab Syaraf Ahlu al-Hadis, sedangkan Ibn Jauzi meriwayatkan hadis itu semua dalam kitab Al-Ilal a-Mutanahiah dari 13 orang sahabat, namun beliau menjelaskan bahwa kesemua jalurnya adalah dhaif. Ibn Munzir dan Ibn Hajar telah menulis buku kecil tersendiri yang membahas hadis keutamaan menghafal 40 hadis ini dengan segala permasalahannya.Lihat Al-Khatib al-Bagdadi, Syaraf Ahlu al-Hadis, hal. 30-31; Ibnu Jauzi, Al-Ilal al-Mutanahiah, Jilid. I, hal.119-129 ; Ibn Hajar, Talkhish al-Habir, jilid. III, hal. 1085.

 

Followers

Direkomendasikan Facebooker