30 Oktober 2011

Cerita Ideologis: Bukit 233 (Bagian ke-3)



SABUNGAN BAGIAN KE-2
Ngggeeeengggggg...........

Terdengar Bunyi sekitar 200 Pesawat yang mengangkut Sekitar 40.000 ribu Personil Tentara Islam itu bagaikan suara Gerombolan Lebah yang siap menyerang para pengganggu sarangnya...
Begitu memasuki wilayah Israel, tiba-tiba , Ngiiingggggg, Blarrrr!!!!!!!!, tampak sebuah rudal anti-Pesawat meluncur dari darat dan menghantam salah satu dari 200 pesawat tersebut.Tidak berhenti sampai di situ saja ternyata ratusan Rudal yang ditugaskan untuk menghancurkan pesawat – pesawat Khilafah tersebut sudah meluncura dari darat, siapa lagi kalau bukan Israel Laknatullah yang meluncurkannya!!!



“Pasukan, Gantungkan harapanmu hanya pada Allah!!!!!” seru Sersan Andre saat para Anak buahnya melihat banyak dari pesawat lain di kiri dan kanan pesawat mereka yang Rontok di terjang Rudal.


Suasana Pagi yang masih gelap , membuat pemandangan seperti Banyak “kembang api raksasa” di atas langit palestina saat itu, “kembang Api” raksasa itu tak lain adalah beberapa pesawat khilafah yang meledak hebat , membuat ratusan tentara yang ada didalamnya syahid menemui sang pencipta dengan Bangga.


Beberapa menit kemudian, tampaklah komando dari pusat untuk bersiap-siap terjun di titik yang telah ditentukan . Sersan Andre memberi Perintah pada pasukan agar bersipa terjun “Pasukan, persiapan terjun dimulai, Ingat selalu latihan kalian, bertarung secara berani, dan Tawakal pada Allah!” .


Mendengar seruan Komandannya, Seluruh pasukan segera mengankat Ransel Perang dan Senjata mereka masing – masing, tak terkecuali Ali Akbar dan Salim serta Aji dan Saeful.


Singkat cerita dengan gagah berani, Terjunlah sekitar 36.000 Tentara yang selamat dari tembakan Rudal israel tersebut ke arah lembah yang disebut lembah 231, sebuah lembah yang berada di sebelah selatan Bukit 233, yang merupakan Posisi yang harus direbut oleh tentara Islam saat itu.


Lembah 231 sebenarnya bernama “Lembah Kidron” , hanya saja dalam militer penyebutan di sesuaikan dengan koordinat tempat dalam peta tersebut, dan juga untuk mengelabui musuh.


Tak sempat kesempatan Tentara Islam Untuk istirahat, Israel Laknatullah sudah memberondongkan Artilerry kepada para Mujahidin Tentara Islam kita, “Glegarrrr !” suara artilerry militer israel yang ditembakkan dari atas bukit 233, diikuti Dentuman keras ledakan Peluru artilerry saat menyentuh tanah dan membuat Banyak dari tentara Islam syahid.


Tak hanya disitu saja kekejian Israel , Puluhan Tank Merkava ( yang sangat dibanggakan Israel, dan selalu dibuat menjadi momok bagi musuh2nya ) menyerbu dari arah yang tidak disangka-sangka, dari arah barat lembah yang ditutupi rerimbunan pepohonan,


Tank-tank itu memuntahkan Peluru – peluru Besi Raksasa ke arah tentara Islam, sehingga membuat banyak dari mereka Syahid, Bila Keadaan seperti ini terus maka Operasi merebut Bukit 233 ini bisa gagal, dan tentara Tambahan yang akan diterbangkan dari Arah Saudi dan Mesir hanya akan menemui kebuntuan di tengah jalan, karena Israel sudah mengepung dari atas bukit di sebelah utara dan Tank-tank Zionist ada di arah barat!!!!!!!!


Sersan Andre berpikir Keras, Naluri tentaranya yang telah terasah sebagai anggota KOPASSUS dulu, memerintahkan ia untuk membuat satu terobosan, tapi terobosan yang bagaimana?, Bila maju ke utara Artilerry Berat akan menghujani pasukannya, namun bila diam di Tempat maka Tank-tank Zionist akan dengan mudah Melumat mereka, Bagaimana Ini ???


Namun Janji Allah Selalu Tepat, tiba-tiba Sersan Andre yang sudah buntu pikirannya, mampu melahirkan ide yang sangat cemerlang, tentu dengan pertolongan Allah.


“Bawa Kesini 20 Pasang Prajurit Anti-Tank dan 10 Pasang Peluncur RPG!!!” Andre memerintahkan 20 pasang ( 40 orang ) yang berada diposisi Anti-Tank untuk maju ke garis depan, Rupanya Andre berpikir bahwa Artilerry bisa dihindari dengan bersembunyi di lubang-lubang atau di balik redimbunan pepohonan, Dan Tank-tank Merkava Zionist Sialan itulah yang Harus dibungkam terlebih dahulu!


Dengan sigap dan berani, Puluhan Tentara yang ditugasi khusus membawa senjata Anti-Tank itu mampu menghabisi puluhan Tank Zionist dalam satu jam, hingga akhirnya dari sekitar 80 Tank , tinggal 30-an yang masih dapat bertempur, namun bukan berarti tidak ada tentara Islam yang syahid, banyak dari mereka yang masih muda, mungkin baru menikah, atau sedang menantikan kelahiran anak pertamanya , seperti Saudara kita Saeful yang sedang menanti Anak pertamanya lahir.


Alkisah ketika Sersan Andre memerintahkan Para Anti-Tank untuk maju, Saeful dan Aji langsung berada di sebuah tanah yang agak tinggi yang mampu melindungi mereka , dan mereka berdua menghajar Tank-tank yang berkeliaran bagai Monster dari Neraka Tersebut.Hingga ketika di tengah pertempuran, diantara Ledakan-ledakan dahsyat dari tank-tank Zionist yang terkena Hantaman Peluru Anti-Tank tentara Islam, Aji sedang membidik sebuah Tank yang sedari tadi nampak paling Liar menembaki Tentara Islam, Aji Ingin menghabisi Tank tersebut dan mencegahnya membantai saudara-saudaranya.


Aji mengincar dengan seksama, ketika dia siap menarik Picu Senjatanya, tiba-tiba dirinya merasa Tubuhnya disorong kebawah oleh seseorang , diikuti ledakan Keras didekatnya.Kemudian nampak Aliran darah mengalir dari Tubuh orang yang mendorongnya tersebut, dan tercium bau amis darah.Aji mendorong tubuh orang itu, dan ternyata orang yang telah mendorongnya itu adalah saeful yang coba menyelamatkannya dari sebuah Tank yang tanpa Aji sadari sudah ada di sampingnya.


“Saefulll!!!!!!!!, kenapa kamu mengorbankan nyawamu untukku???......... Apa yang kubilang nanti pada istrimu dan anakmu yang baru lahir ???? Aku memang pengecut !!! bukan, engkau yang seharusnya menyelamatkankuuu, Aku bahkan belum sempat mbalas budimu kemarin!, Oh Ya Allah..., maafkan aku ya Allah, Hamba Terlalu pengecut !!” Teriak Aji lantang namun penuh kesedihan, sementara Tentara yang lain menengadahkan tangannya untuk mendoakan agar arwah saeful Diterima sebagai Mujahid disisi Allah dan mendapat Surga yang Allah Janjikan.Suasana begitu Heroik sekaligus sedih.


Hingga ketika Prajurit medis mengangkat Jenazah Saepul yang Hancur separuh badannya itu, Aji tampak masih bersimpuh seperti posisi orang bersujud, Rupanya Aji menyalahkan dirinya sendiri yang tidak berhati-hati, sehingga Saeful Harus mengorbankan nyawanya dan menjadi Syahid.


“Tabahkan dirimu Nak, Kau Seharusnya Bangga !, punya Teman yang Mau Menyelamatkan Dirimu sekaligus Menjadi Syahid!! Berdoalah bagi dirinya...” tiba-tiba terdengar suara Berat seorang pria kepada Aji.Rupanya pria tersebut adalah Izetbegovic yang telah kita ceritakan diawal tadi, seorang Prajurit Kawakan, berumur 45 Tahun.Anehnya Izertbegovic berkata seperti itu dengan mimik wajah yang tenang seperti tidak terjadi apa-apa.


Mendengar Ucapan Izetbegovic padanya, Aji berkata “Terima kasih, tapi bila tadi aku berhati-hati, ia tak perlu mati...” Aji menjawab masih dengan suara serak dan sedih.

“hidup – mati seseorang sudah diatur Allah Azza wa Jalla nak, Berdoalah untuknya..” Nasehat Izetbegovic kepada Aji yang tampak masih belum menerima kematian Sohibnya Saeful.Kemudian Izetbegovic hanya berlalu seperti angin..., Aji memandanginya kemudian tersadar dan Mendoakan Arwah Saeful, sembari berdoa, Air mata Tampak menetes dipipinya yang nampak bercambang Tidak terawat karena peperangan

Singkat Cerita hari beranjak siang, dan sisa 30 Tank Israel sudah mundur, ke arah barat, begitulah memang sifat orang-orang kafir --Kelihatan Kuat gagah perkasa, Namun sebenarnya Lemah dan Pengecut, itu karena mereka berperang demi Hawa Nafsu mereka, Tak ada Tempat bergantung--

Namun pertempuran masih berlangsung seru, Rupanya tentara Islam sudah mampu menelusup keatas sebuah bukit yang ada di barat Bukit 233.Sersan Andre memerintahkan semua tentaranya untuk tenang dan Tidak menembak bila Tidak perlu, ia memerintahkan mereka untuk Meng”Ambush” atau menyergap Konvoi Bantuan Tentara Amerika yang diperkirakan melewati Celah yang ada diantara kedua bukit tersebut.

“brummm..” terdengar bunyi konvoi kendaraan Amerika dan Tentara mereka yang berjumlah sekitar 200 tentara dan 50 Tank Lapis baja.”Ini Konvoi yang besar, bila aku gegabah maka Nyawa anak Buahku akan Hilang...“ pikir Andre ketika itu.Untung Andre sudah mempersiapkan dari awal. Andre tidak menyuruh seluruh pasukannya untuk mengikutinya.Ia menyuruh sisa pasukannya ( sekitar 100 orang untuk tetap berada di bawah lembah dan menunggu instruksinya, Kemudian...


“ Lakukan Plan A ! ” Andre menyeru dengan tenang melalui Walkie Talkie kepada Tentara Islam yang masih ada di lembah , Sesaat kemudian terdengarlah rentetan tembakan dan dentuman RPG menyerang Tentara Amerika yang ada diatas, dari bawah lembah.Tentara Amerika tentu saja tidak begitu terpengaruh dengan serangan dari bawah , karena posisi mereka yang berada diatas lebih menguntungkan, konvoi Amerika pun berhenti, untuk kemudian membalas dengan membabi - buta.


Namun , Tiba-tiba dari atas bukit Terdengar seruan “Serang Sekarang!!!” Rupanya itu adalah suara sersan Andre, yang menyeru pasukannya diatas bukit untuk menyerang tentara Amerika yang ada di bawah.Rupanya Andre ingin mengelabui tentara Amerika agar mereka mengira seluruh pasukan Islam masih berada dibawah lembah, padahal Andre dan separuh anak buahnya sudah ada diatas bukit.Benar-benar rencana cerdas cemerlang!


Allahu Akbaarrr!!!! Seruan takbir menggema dari sekitar 100 Prajurit yang bersemangat tersebut, mereka secara cepat Meluncur turun dari sebuah bukit , untuk kemudian menembakkan senjata mereka kearah beberapa Tank dan sekitar 2 Kompi Musuh yang ada di bawah...

Bummm!!! Terdengar ledakan keras saat sebuah peluru RPG menghantam sebuah Tank Abrams M1A2 milik amerika , yang juga ikut dalam konvoi itu.Setelah itu terdengar rentetan tembakan balasan dari kubu Amerika kearah pasukan yang menyerbu dari atas tadi..., pertempuran keras dan berdarah tak terelakkan lagi, di sebuah bukit berbatu

Kini giliran Tentara Amerika Laknatullah yang Kelimpungan, banyak dari mereka yang pucat pasi harus menghadapi dua buah serangan sekaligus , dari depan dan dari atas mereka! , Banyak Nyawa Tentara Islam yang berguguran sebagai Syahid Mulia.Namun Lebih banyak Tentara Ameriak menjadi Korban sia-sia, untuk membela suatu hal yang sebenarnya mereka sendiripun tidak tahu...


“Arggh!” terdengar Suara keras Ali Akbar, rupanya Kaki Ali Akbar Tertembus peluru Amerika, saat Ali hendak memberondongkan Senapan Mesinnya ke arah Segerombol Tentara Ameriak didepannya.

”Ali..!” seru salim saat melihat sahabatnya terkampar bergelimangan darah, Salim melihat Luka menganga Lebar didada Ali Akbar
Salim segera Membopong Tubuh Ali Akbar karena ia tahu bila tidak segera ditolong petugas medis maka nyawa ali bisa tidak tertolong.
“Demi Allah ! Salim apa yang kau Lakukan? Jangan pedulikan nyawaku..., Teruslah bertempur, Aku Tidak mau karena kau menolongku kita kalah, apa yang akan aku Katakan pada Allah di Akhirat Nanti..!!” Seru Ali pada Salim Dengan Suara yang Kesakitan.
“Lalu apa kau mau aku Disalahkan di akhirat besok, karena tidak mempedulikanmu Saudara seiman yang Sekarat karena membela Agama Allah!!!” Balas Salim kepada Ali dengan Tegas
Rupanya Tali Tauhid dan Sama-sama berjuang membela agama Allah telah menyatukan Hati Kedua sahabat Beda Mazhab tersebut, sehingga menghilangkan perbedaan Salim yang Sunni dan Ali Akbar yang Syi’ah, Oh Sungguh Indah persaudaraan karena Islam....

Tembakan demi tembakan, Dentuman demi dentuman, hingga akhirnya di medan pertempuran tampaklah rongsokan tank-tank milik amerika dan mayat-mayat prajurit Amerika yang bergelimpangan.Sementara pertempuran berlangsung sengit..., tiba-tiba , secara tidak disangka...!!

Sebuah Tank amerika ( yang entah pengemudinya sudah Frustasi berperang atau begitu bencinya pada Umat Islam) meluncur Kencang Ke Arah Sersan Andre, Tank itu berjarak beberapa meter saja, sambil terus menembak membabi - buta pada tentara islam di sekitarnya, nampaknya Tank itu sengaja ingin melumatkan Tubuh Komandan tentara Islam kita ini, 7 meter, 5 meter, hingga tiba-tiba...

Duarrr!!!! Jlegerrr!!!! , Tank Laknat itu tiba-tiba meledak dahsyat menjadi Baja berkeping-keping yang tidak ada artinya, semua tentara islam yang ada disekitarnya terkaget-kaget, entah siapa yang menghancurkannya ? sementara Andre yang Terpelanting hingga 10 Meter karena ledakan tersebut hanya bisa memandangi Tank yang berubah menjadi bola api raksasa tersebut sampai ledakannya reda dan menyisakan puing-puing rongsokan baja, Siapakah yang menghancurkan Tank tersebut ? tapi..., tunggu dulu....

Setelah Ledakan tank itu reda, dan tinggal asap hitam membumbung dari bankai Tank laknat itu, tampaklah sesosok mayat yang terbakar yang ada di tengah-tengah Jeruji Roda rantai Tank Gila itu..

Andre berlari menuju reruntuhan tank , untuk melihat lebih jelas, “Apakah benar..? apa itu engkau..? “ dalam pikiran andre berkecamuk Tanda tanya besar.

Setelah Andre berada 1 meter dari puing Tank tersebut, Tiba-tiba Andre bersimpuh, bertumpu pada kedua lututnya sementara wajahnya nampak pilu, kemudian ia menengadahkan tangannya, seperti berdoa..., diwajahnya menetes air mata, air mata kesedihan sekaligus bangga..

Beberapa Tentara Islam yang mendekat Akhirnya juga bisa menyaksikan apa yang Andre saksikan. Rupanya mayat yang terbakar itu memakai sebuah Baret, sebuah Baret yang biasa dipakai salah seorang rekan mereka.Sebuah Baret yang biasa dipakai Kapten Izetbegovic !!!

Rupanya Izetbegovic telah menyelamatkan Andre dengan cara Memeluk Ranjau , dan kemudian menjatuhkan dirinya sendiri di antara Roda jeruji Tank .

Sambil bersimpuh, diantara Air mata dan Doa , Andre Ingat peristiwa kemarin saat Izetbegovic meminta waktu untuk berbincang dengannya:

“Sersan Andre, Aku Ingin Syahid dalam pertempuran ini...” Kata Izetbegovic saat itu.
Andre Menjawab dengan tersenyum “oh Tentu saja kita semua akan mendapat kesempatan untuk itu, tapi akan lebih baik bila ..”
“Aku Serius! Aku Ingin Syahid dalam pertempuran Besok, kuharap sebagai atasan engkau tidak mencoba menyelamatkanku, atau menyuruh anak buahmu yang lain menyelamatkanku, aku ingin syahid setiap ada kesempatan!” Izetbegovic menyela perkataan Andre, dan ia mengatakannya dengan Tegas.
Beberapa detik Andre terdiam, ia Terhenyak dan tak tak tahu apa yang harus dikatakan, sejurus kemudian andre bertanya “Tapi kenapa engkau ingin Syahid ? bila masih ada Kesempatan Untuk selamat, menurutku syahid itu bila memang kita tidak bisa menghindari kematian oleh musuh, bukan disengaja.., yang penting Rencana Tentara Islam berhasil dan sasaran bisa direbut ..”

“Istriku , Ivanka , meninggal beberapa bulan yang lalu karena kanker, dan aku , aku....” sesaat Izetbegovic terdiam

“...aku sangat mencintainya..., di akhir hayatnya ia bilang bangga punya suami seperti aku yang berjuang tuk Islam.., karena itu.. aku Ingin segera bertemu dengannya di surga, bukankah Allah menjanjikan Pasangan Suami-Istri yang Sholeh dan Sholehah akan kembali bertemu di surga..?” lanjut Izetbegovic menjelaskannya mengapa ia sangat ingin mati syahid.
Andre nampak semakin terkejut , ia tak tahu harus berkata apa sebagai pimpinan.Hingga Izetbegovicpun Menghormat Sambil memohon Pamit Kepada Atasannya itu.

Dalam Hati andre terkejut Bahwa ternyata dibalik wajah Garang dan kaku Izetbegovic, tersimpan hati yang lembut, hati yang Mencintai Mati Karena Allah , dan Hati Yang Rindu untuk segera bertemu dengan Almarhumah istri yang sangat dicintainya....
Begitulah latar belakang pembicaraan antara Andre dan Izetbegovic kemarin, Sehari sebelum Penerjunan Pasukan.

Singkat Cerita, Pengorbanan demi pengorbanan terjadi, Ratusan Syahid menemui Kemuliaannya pada hari itu, Pintu langit seperti Terbuka menampakkan Sedikit pemandangan Surga demi Menyambut Arwah para Syahid yang beterbangan menuju ke sisiNya.Dan Akhirnya Tentara Islam-pun Berhasil mencapai Target utamanya yaitu merebut BUKIT 233.

Hingga di sore hari Pasukan bantuan yang diterbangkan dari wilayah Mesir dan Saudi Arabiapun Diterjunkan melalui Ratusan Pesawat yang Bagaikan Ribuan Burung Nazar pemangsa Musuh Allah.membuat Nyali sisa -sisa segelintir Tentara Israel dan Amerika semaki ciut , hingga membuat Pasukan AS dan Israel harus mundur ke arah barat pantai palestina, untuk menunggu kapal yang akan menjemput mereka...

Bisa dibilang meski belum seluruh wilayah Palestina dibebaskan oleh Tentara Islam, merebut Bukit 233 dan Kota Jerusalem adalah bagaikan Menguasai Jantung dari Palestina itu sendiri, hingga para pengamat militer dunia mengatakan bahwa Amerika dan Israel TIDAK AKAN MENANG dalam perang ini, karena 97 Wilayah Palestina sudah dikuasai Tentara Islam, Tentara Khilafah!!!

Diujung Hari, sebagai Simbol keberhasilan Tentara Islam merebut Jerusalem dan sekitarnya Di Tancapkanlah Bendera Islam, Bendera Tauhid bertuliskan “Laa Ila Haa Illallah” di Puncak Bukit 233, sebagai Bukit yang paling tinggi di Jerusalem.

Gemuruh Takbir membahana dijalanan kota-kota besar dunia Islam seperti di Maroko, Tripoli, Kairo, Istambul, Damaskus, Riyadh, Mekkah-Medinah, Dubai, Baghdad, Tehran Hingga Kuala Lumpr dan Jakarta diujung timur Negara Khilafah.Orang-orang, tua-muda, pria-wanita, dari berbagai macam mazhab dan aliran, merayakan kembalinya tanah palestina ke tangan Umat Islam dalam Naungan Khilafah, dimana Umat Islam, kristiani dan Yahudi bisa hidup berdampingan berdasarkan Hukum Islam.( Bukit 233 - TAMAT)

Print Friendly and PDF

Ditulis Oleh : Muhammad Tohir // 08.07
Kategori:

0 komentar :

Posting Komentar

Ikhwah fillah, mohon dalam memberikan komentar menyertakan nama dan alamat blog (jika ada). Jazakumullah khairan katsir

 
Semua materi di Blog Catatan Seorang Hamba sangat dianjurkan untuk dicopy, dan disebarkan demi kemaslahatan ummat. Dan sangat disarankan untuk mencantumkan link ke Blog Catatan Seorang Hamba ini sebagai sumber. Untuk pembaca yang ingin melakukan kontak bisa menghubungi di HP: 085651103608.
Jazakumullah khairan katsir.

Followers

Komentar Terbaru

Recent Comments

Powered by Disqus