Dalam beberapa hari ke depan, tahun 2009 akan segera berganti, dan tahun 2010 akan menjelang. Ini tahun baru Masehi, tentu saja, karena tahun baru Hijriyah telah terjadi satu pekan yang lalu. Bagi kita orang Islam, ada apa dengan tahun baru Masehi?
Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir.Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.
Home » Archives for Desember 2009
28 Desember 2009
Tahun Baru Masehi: Sejarah Kelam Penghapusan Jejak Islam
10 Desember 2009
ANAK-ANAK NEGERI INI
Sore itu saya menghadiri acara “Mimbar Dakwah” yang diadakan oleh LDK Al-Fatih Fakultas Syari’ah. Karena acara selesai menjelang maghrib,maka kuputuskan untuk shalat maghrib di mesjid kampus. Ba’da maghrib kukayuh sepeda yang kupinjam dari seorang teman ini untuk pulang menuju kos.
Saat ku keluar kawasan kampus, setelah melewati gerbang kampus, ku berpapasan dengan beberapa anak-anak yang berjalan berpasangan. Kulihat kaki mereka tanpa alas. Diantara mereka juga ada yang merokok. Masing-masing dari mereka membawa sebuah benda yang jika kita melihatnya pasti kita akan mengerti apa gunanya.
Debatku dengan Penjual Buku
Pada hari selasa kemaren, tanggal 8 desember, kupergi menuju PascaSarjana IAIN,untuk browsing di warnet. Karena alasan listrik yang tidak sanggup menahan beban maka warnet belum dibuka. Hal itu karena pada waktu itu sedang berlangsung kuliah. Mendengar hal itu, sayapun memutuskan untuk melihat-lihat buku yang dijual didepan pintu masuk gedung Pasca Sarjana. Sayapun asyik membolak-balik buku-buku yang ada cukup lama, karena memang tak ada niat untuk membeli.
Dalam keasyikanku, penjual buku dan pengujung lain membicarakan tentang buku yang mereka anggap sebagai buku bagus dan bermutu. Salah satu yang dianggap sebagai buku yang bagus adalah buku “ILUSI NEGARA ISLAM”. Komentar pun meluncur dari penjual buku, bahwa buku itu adalah hasil penelitian yang ilmiah dan merupakan sebuah fakta.