Tampilkan postingan dengan label Terorisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terorisme. Tampilkan semua postingan

15 November 2011

MONITORING POLITICAL ISSUES (OKTOBER)

RUU ORMAS, KISRUH PAPUA, KORUPSI, KONTRA TERORISME DAN DERADIKALISASI

RUU ORMAS 

Perkembangan
Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menetapkan Panitia Khusus (Pansus) Pembahasan Rancangan Undang-Undang Organisasi Masyarakat (Ormas), Senin, (3/10).
Ketua Pansus Ormas : Abdul Malik Haramain dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) ditetapkan sebagai Ketua Pansus Ormas. Tiga wakil Ketua Pansus Ormas, di antaranya Deding Ishak dari Fraksi Partai Golongan Karya (F-PG), Rahardi Zakaria Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F-PDIP), dan Michael Watumena Fraksi Partai Demokrat (F-PD)

27 September 2011

BOM SOLO: Saatnya Penguasa Koreksi Diri!

Oleh: Harits Abu Ulya
(Pemerhati Kontra-Terorisme & Direktur CIIA –The Community of Ideological Islamic Analyst-)
Isu terorisme kembali menjadi perniagaan yang dianggap menguntungkan oleh sebagian besar media. Momentumnya ada, peristiwa Bom Solo (25 September 2011) yang di lakukan oleh seseorang diduga bernama Achmad Yosepa Hayat alias Ahmad Abu Daud. Presiden juga terlihat cekatan dalam hitungan 6 jam paska ledakan, menggelar jumpa pers menjelaskan  intelijen (produk) disertai mimik yang serius, gesture tubuh yang meyakinkan, intonasi yang menahan “kemarahan”, dan tekanan intruksi untuk menggerakkan seluruh instrument aparat terkait untuk melakukan kontra-terorisme secara maksimal dan menyeluruh.Yang tidak lupa juga, Presiden sudah “memvonis” siapa pelaku dan kelompok jaringannya.Dua arus bekerja, dengan motif yang berbeda dan terkadang beririsan namun yang menjadi korban adalah sama “Islam & kelompok-kelompok Islam”.

15 Januari 2011

Latar Belakang Munculnya Strategi Deradikalisasi

(Menguak Target dan Tujuan Yang Sebenarnya)

Oleh Harits Abu Ulya (Pemerhati Kontra-Terorisme & Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI)

***
Dalam sebuah dialog (tertutup) antara ketua Tim Perburuan (Densus88) “Teroris” di Aceh beberapa bulan yang lalu (2010) dengan seorang koleganya (Mayor Laut (P) Salim, Anggota Dewan Penasehat Harian TANDEF), terdiskripsi jawaban apa yang bisa mencegah berkembangnya teroris di Indonesia. Ketua Tim dengan tegas menjawab; Program deradikalisasi itu yang perlu diteruskan oleh Pemerintah. Baca bukunya

20 Desember 2010

RUU Intelijen 2010 : Tirani Baru?

Harits Abu Ulya (Pengamat Kontra-terorisme dan Analis Divisi Politik DPP HTI)

***
Secara aklamasi, anggota dewan yang hadir dalam rapat paripurna DPR (kamis, 16/12/2010), menyetujui usulan RUU Intelijen Negara sebagai RUU Inisiatif dewan yang akan di bahas dalam program legislasi nasional tahun 2011.
Sebelumnya RUU Intelijen versi BIN (Badan intelijen Negara) beredar di kalangan anggota DPR, namun mengalami banyak penolakan. Kali ini RUU yang naskah akademiknya cukup lengkap dan draft RUU yang sudah siap akhirnya disepakati, sekalipun substansinya tidak jauh beda dengan draft tahun 2006.

17 Desember 2010

Penangkapan Aktifis di Solo (BN): Kedurjanaan Densus 88?

Oleh Harits Abu Ulya (Pengamat Kontra-terorisme dan Analis Divisi Politik DPP HTI)
***

Seperti halnya pemberitaan Majalah Islam–Sabili-No. 8, 9 Desember 2010/3 Muharam 1432. Di halaman 30 dengan judul "Terorisme Cerita Yang Belum Berakhir" diceritakan penangkapan seorang aktifis yang bernama Bahrunna’im (selanjutnya di singkat “BN”).
Dari peristiwa penangkapana itu terungkap kesaksian menarik dari sebagian masyarakat melihat aparat Densus 88 yang menggrebek rumah kontrakan BN, “Kami melihat kelompok Densus 88 adalah warga asing, ada sekitar 7-10 orang mereka berbadan tinggi dan berkulit putih,

 
Semua materi di Blog Catatan Seorang Hamba sangat dianjurkan untuk dicopy, dan disebarkan demi kemaslahatan ummat. Dan sangat disarankan untuk mencantumkan link ke Blog Catatan Seorang Hamba ini sebagai sumber. Untuk pembaca yang ingin melakukan kontak bisa menghubungi di HP: 082256352680.
Jazakumullah khairan katsir.