Pada tahun 1963 seorang petualang Jerman, Paul Schmidt menulis sebuah buku spesial berjudul Al Islam Quwwatul Ghad (Islam kekuatan masa depan). Dalam buku itu ia menulis: "Komponen kekuatan di timur Islam terangkum dalam tiga faktor:
1. Pada kekuatan Islam (sebagai agama), keyakinan kepadanya, dan pada nilai idealismenya, kekuatan dalam mempersaudarakan berbagai suku bangsa, ras, dan tsaqofah (kebudayaan).
2. Pada sumber kekayaan alam yang melimpah ruah di tanah Islam yamng terbentang dari samudera atlantik sampai lautan teduh, yang dibatasi oleh negeri Maroko sebelah barat dan batas-batas teritorial Indonesia untuk bagian timur. Jika potensi alam ini dieksploitasi dengan baik demi untuk persatuan perekonomian sehingga menjadi kuat dan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sesungguhnya umat Islam tak butuh pada Eropa dan negara lainnya, kalau mereka saling menolong dan bersatu.
3. Kekuatan fertilitas (kesuburan kelahiran) bagi kaum muslimin yang dapat memperkokoh kekuatan yang ada.
1. Pada kekuatan Islam (sebagai agama), keyakinan kepadanya, dan pada nilai idealismenya, kekuatan dalam mempersaudarakan berbagai suku bangsa, ras, dan tsaqofah (kebudayaan).
2. Pada sumber kekayaan alam yang melimpah ruah di tanah Islam yamng terbentang dari samudera atlantik sampai lautan teduh, yang dibatasi oleh negeri Maroko sebelah barat dan batas-batas teritorial Indonesia untuk bagian timur. Jika potensi alam ini dieksploitasi dengan baik demi untuk persatuan perekonomian sehingga menjadi kuat dan untuk memenuhi kebutuhan sendiri, sesungguhnya umat Islam tak butuh pada Eropa dan negara lainnya, kalau mereka saling menolong dan bersatu.
3. Kekuatan fertilitas (kesuburan kelahiran) bagi kaum muslimin yang dapat memperkokoh kekuatan yang ada.